Home

Ambon

Tags: ambon, pantai natsepa, papeda, ikan kuning, benteng amsterdam, monumen pattimura, batu merah

Ambon Manise yang Menawan

Ambon, MalukuAmbon manise adalah julukan ibukota provinsi Maluku ini. Sesuai namanya, Ambon diberkahi hamparan luas alam yang memikat mata para pengunjungnya. Setelah melalui sejarah panjang yang kadang kurang ideal, salah satu kota tertua di Indonesia ini tetap berdiri dengan tegak. Pesonanya bertahan dan terus membuat para turis tersihir. Apalagi jika Anda merupakan seorang penggemar wisata sejarah, alam dan budaya. Jangan lewatkan juga kesempatan untuk mencicipi berbagai makanan yang ada di daerah ini – yang bisa dibilang sebagai salah satu surga para pecinta kuliner. Lebih bagus lagi jika Anda sempatkan berbincang dengan para penduduk lokal. Mereka akan menyambut Anda dengan ramah dan antusias – mereka menghargai apresiasi Anda untuk keindahan dan pesona alam di bumi asal mereka. Sebelum pulang, silakan belanja sampai puas pilihan barang-barang cinderamata yang akan Anda bawa ke rumah.

Wisata Sejarah & Budaya

  • Museum Negeri Provinsi Siwalima Ambon

Untuk mendapatkan gambaran umum sejarah dan budaya Ambon, Anda bisa mengunjungi Museum Negeri Provinsi Siwalima Ambon. Terbagi dalam dua bagian, dimana bagian pertamanya memuat berbagai detail etnografi masyarakat Ambon, mulai dari awal pertama berdiri sampai pakaian, musik, susunan pimpinan kerajaan, dan senjata tradisional, sampai alat memasak dan perabotan rumah tangga tempo dulu. Kemudian bagian keduanya memuat berbagai kekayaan bahari yang dimiliki perairan Maluku. Disini Anda bisa melihat ada kerangka ikan paus dengan berbagai ukuran, yang diambil karena mereka terdampar di pantai-pantai Ambon.

  • Benteng Amsterdam

Benteng Amsterdam, bukti peninggalan kekuasaan Belanda di Maluku. Sayangnya, tempat ini tidak diurus dan tidak mempunyai pengelola resmi. Terakhir, kunjungi Taman Monumen Gong Perdamaian. Taman ini diresmikan tahun 1999 sebagai salah satu simbol berakhirnya peperangan yang sempat mengacaukan Ambon.

  • Monumen Pattimura

Alternatif sejarah dan budaya lainnya adalah dengan mengunjungi Monumen Pattimura, yang merupakan salah satu pejuang yang berhasil menguasai benteng Belanda. Ia kemudian dikejar, ditangkap, dan dijatuhi hukuman mati oleh Belanda. Di taman tempat ia dieksekusi hukuman gantung itulah, berdiri Monumen Pattimura untuk mengenang jasa Thomas Matulessy, tokoh perjuangan di Ambon.

Wisata Alam

  • Pantai Natsepa

Sebagai salah satu andalan wisata alam di Kota Ambon, Pantai Natsepa tidak boleh terlewatkan. Untuk mencapai pantai ini, cukup dengan mengendarai kendaraan roda empat atau roda dua ke arah desa Suli di kecamatan Salahutu. Pantai ini bisa dicapai hanya dalam waktu 30 menit dari terminal kota Ambon. Uniknya, pantai ini dinilai bisa menyembuhkan penyakit Anda, apabila Anda rela berendam selama kurang lebih 1 – 1,5 jam di perairannya. Pilihan aktivitasnya antara lain berperahu sampai menyantap berbagai jajanan yang ada disini. Jangan salah, Pantai Natsepa adalah salah satu pusat jajanan pasar yang enak di Ambon. Mulai dari rujak buah-buahan hasil bumi desa Suli dengan bumbu kacangnya, berbagai ubi, singkong dan pisang goreng, sampai ikan cakalang segar.

Wisata Kuliner di Ambon

  • Ikan bakar

Sebagai pulau yang dikelilingi oleh air, maka tidak heran bahwa ikan bakar menjadi menu kuliner andalan di pulau ini. Ada juga banyak ragam makanan hidangan laut yang selalu menjadi andalan para penduduk dan wisatawan ketika berkunjung ke Ambon. Maka, kalau sudah sampai di Ambon wajib hukumnya untuk mencari berbagai restoran hidangan laut dengan menu ikan bakar, ikan kuah kuning, dan ikan bakar colo-colo, tiga makanan paling populer di Ambon. Di Ambon ini banyak restoran yang menyarankan Anda untuk memilih sendiri ikan apa yang Anda inginkan dari kolam ikan yang ada di depan pintu restoran. Sebagai padanannya, Sayur Cah Kangkung menjadi teman yang pas untuk nasi dan ikan bakar Anda.

  • Nasi kelapa

Variasi nasi khas Ambon yang populer diantaranya ada nasi kelapa, yang bentuk dan rasanya kurang lebih sama dengan nasi uduk khas Jawa. Lauk padanan nasi kelapa bisa dengan ikan bakar colo-colo atau dengan telur, tahu, dan tempe, semuanya diolah dengan sambal pedas nan segar.

  • Papeda

Makanan utama lainnya adalah papeda, yang merupakan makanan hasil olahan dari sagu. Papeda yang bertekstur seperti ketan disini berfungsi sebagai nasi, makanan pokok masyarakat Maluku. Papeda biasanya dimakan dengan kuah kuning dari sajian ikan bubara.

  • Jajanan pasar

Itu baru sebatas ragam makanan utama. Belum lagi ragam panganan kecil seperti berbagai kue tart Ambon, yang terdiri dari macam-macam pumpkin tart, coconut tart, almond tart, sampai jackfruit tart yang semuanya mempunyai cita rasa jahe.

Pusat jajanan pasar adalah di sepanjang Jalan Batu Merah. Sementara untuk menemani waktu bersantai Anda di sore hari, di Ambon juga terkenal kopi rarobang. Kalau di Yogya kopi disajikan dengan arang, maka di Ambon kopi ini disajikan dengan taburan kacang kenari. Yang paling favorit adalah di Walang Kopi Sibu-sibu di Perempatan Tugu Trikora.

Wisata Belanja

  • Batu Merah: pusat kerajinan khas Ambon

Selain terkenal dengan kulinernya, Batu Merah juga terkenal sebagai tempat penjual berbagai karya kerajinan mutiara khas Ambon. Berbagai kalung, gelang, cincin mutiara dan kerajinan kulit kerang disini akan menarik perhatian Anda untuk membeli beberapa diantaranya sebagai cinderamata bagi keluarga dan kerabat. Selain itu ada juga kerajinan besi putih khas Ambon yang menjadi produk unggulan di kawasan ini.

  • Pahatan kayu dan kain Ambon

Orang Ambon tidak hanya jago mengolah perhiasan tetapi juga berbagai kerajinan lainnya, seperti pahatan kayu dan kain warna-warni. Kain yang mirip dengan kain songket ini mempunyai warna-warna terang sebagai kontras dari kulit warga Maluku yang cenderung gelap.

  • Makanan kecil

Kreasi cemilan di Ambon sangat beragam, namun banyak mempunyai satu bahan yang sama: kacang kenari. Mulai dari kue sagu keju kenari, kue sagu coklat kenari, Schuiempies (adonan putih telur yang diberi pemberi rasa dan lalu ditambahkan kacang kenari yang sudah dicincang di dalamnya) yang sempat menjadi salah satu cemilan favorit di zaman Belanda, sampai bolu yang terbuat dari sagu dengan gula aren sebagai pemanisnya (bluder sageru).

  • Ikan asap

Jangan lupa juga bahwa sebagai kota penghasil ikan, Anda pun perlu membawa contoh ikan sebagai oleh-oleh. Nah, yang menjadi andalan oleh-oleh ikan bagi para wisatawan Maluku adalah ikan asar galala, yang bisa didapat di kawasan Galala. Ikan asar berarti ikan asap, dan mempunyai citarasa yang berbeda karena dagingnya yang enak dan kualitasnya sebagai hasil tangkapan langsung nelayan sehingga masih terasa segar.

INFO UMUM

Cara mencapai:

Kota Ambon dengan bandara Pattimura, bisa dicapai dengan maskapai penerbangan seperti Batavia Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya dan Lion Air. Bisa melewati kota-kota seperti Jakarta, Makassar, Surabaya atau Sorong, dengan Makassar sebagai bandara terdekat dari kota ini.

Cuaca, iklim dan waktu terbaik:

Curah hujan tinggi terjadi di Ambon dari bulan Mei sampai Agustus, bersamaan dengan angin kencang dan ombak yang kuat, jadi waktu terbaik untuk mengunjungi Ambon justru ketika bulan Januari – April, kemudian Oktober sampai Desember. Di bulan-bulan inilah Ambon mengalami curah hujan minimal dengan temperatur yang lebih hangat.

Festival/acara tahunan:

Festival Teluk Ambon

Tinggal di kawasan sekitar perairan, warga Ambon tidak takut untuk memamerkan keahlian mereka berurusan dengan air. Salah satu acara kebudayaan tahunan di Ambon, misalnya, Festival Teluk Ambon, mempunyai dua agenda yang paling ditunggu: lomba mendayung perahu (Arumbai Manggurebe Maju), lomba perahu semang, dan lomba berenang estafet. Berbagai pelosok desa di Ambon dengan bangga mengirimkan wakilnya, yang didukung oleh para suporter yang sangat antusias. Acara ini kerap kali diadakan di sekitar bulan September, bersamaan dengan Hari Pariwisata sedunia. Namun, kadang juga dijadwalkan untuk dilangsungkan bersamaan dengan salah satu acara penting.

Ambon Jazz Plus Festival

Selain terkenal dengan keindahan lautnya, masyarakat Ambon juga dikenal dengan bakat suara emas mereka. Para pencinta musik ini lantas mengadakan Ambon Jazz Plus Festival, di mana mereka mengundang para musisi jazz yang terkenal, dari Jakarta, negara Asia, maupun dari negara Barat. Digawangi pemuda-pemudi Ambon yang sukses berkarya di Jakarta dan luar negeri, acara ini mengajak puluhan, bahkan sampai ratusan musisi jazz itu, untuk menghibur masyarakat kota Ambon dan menarik lebih banyak turis lagi ke Ambon. Acara ini biasanya diadakan di Taman Budaya Karpan, selama tiga hari di bulan Oktober. Didukung oleh banyak sponsor media dan perusahaan, Ambon Jazz Plus Festival cepat mendapatkan pengakuan dan serius memperkenalkan apa yang dimiliki Ambon kepada khalayak luas dan para artis bintang tamu ini. Acara ini juga didukung dengan serangkaian agenda acara lainnya seperti misalnya bazaar usaha lokal Ambon, bazaar makanan, upacara pembukaan dengan berbagai kampanye seperti Keep Ambon Clean dan pertunjukan tarian tradisional Ambon.

UNRESPONSIVE NOTIFICATION

ID-Payment-Option

Pembayaran dengan
V
Pembayaran dengan

ID-Other-Destination-Link

SPLASHSCREEN


Or skip this page and