Monumen, Tugu, dan Patung Semarang

Tags: monumen, tugu, patung, semarang

Monumen, Tugu, dan Patung Semarang

Sama seperti kota-kota lainnya di Indonesia, monumen dan tugu serta patung juga ada di Semarang. Salah satu yang paling terkenal adalah Tugu Muda. Sebuah tugu yang merupakan karya seniman Edhi Sunarso ini, dibangun untuk memperingati peristiwa bersejarah yaitu Pertempuran Lima Hari di Semarang, di mana Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) bertempur melawan Kempetai dan Kidobutai dari Jepang. Tugu ini berbentuk seperti lilin, yang merefleksikan semangat juang para pahlawan yang mempertahankan api kemerdekaan Republik Indonesia.

Kemudian ada juga Monumen Palagan Ambarawa, yang masih berhubungan dengan peperangan di Semarang. Monumen ini dibangun untuk mengenang salah satu pertempuran hebat pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di bawah pimpinan Kolonel Soedirman saat memukul mundur Pasukan Sekutu. Pertempuran tersebut terjadi pada tanggal 12 hingga 15 Desember 1945 di Ambarawa, Semarang. Oleh karena itu, pada 15 Desember kini diperingati sebagai Hari Infanteri.

Pengaruh budaya Tionghoa di Semarang sangat terasa, ini terlihat dengan berdirinya Patung Laksamana Cheng Ho di Yayasan Kelenteng Agung Sam Poo Kong. Patung ini sudah mengalami penambahan ketinggian, dari sebelumnya 1,8 meter menjadi 12,7 meter (ditambah tempat/alas patung) dan diresmikan pada tanggal 29 Juli 2011 oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.

Jika Anda suka atau bahkan percaya dengan hal-hal yang berbau mistik, di Semarang terdapat Tugu Suharto yang dipercaya oleh sebagian orang membawa berkah dengan melakukan ritual kungkum. Kepercayaan ini dianggap sebagai nilai spiritual yang terdapat di Tugu Suharto. Walaupun belakangan ini banyak yang hanya ikut-ikutan melakukan prosesi ritual kungkum tanpa mengerti manfaat yang sesungguhnya. Mereka yang datang kemari bukan hanya warga Semarang saja, tetapi juga warga luar kota.