Museum Fatahillah

Tags: jakarta, objek wisata, museum, museum fatahillah

Museum Fatahillah

jakarta, objek wisata, museum, museum fatahillahAlkisah, beberapa abad yang lalu di tanah taman itu ratusan orang Cina meregang nyawa di sebuah tiang gantungan. Hari yang naas bagi mereka yang terlibat dalam pemberontan melawan Belanda di tahun 1740. Yang bersalah atau mereka yang tidak bersalah sekalipun harus merelakan dirinya tereksekusi di hadapan para petinggi Kompeni sambil menyeringai puas di hadapan mereka.

Yup, tanah lapang itu merupakan saksi bisu ketegasan pemerintahan Belanda dalam meredam resistensi melawan kekuasannya. Tepat di depannya berdiri bangunan megah, Museum Fatahillah namanya. Sebuah gedung yang sudah berumur ratusan tahun yang dulunya merupakan sebuah Balai Kota yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn.

Bangunan gedung ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam bergaya arsitektur Baroque Classic yang terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Untuk mengetahui rekam jejak sejarah Jakarta, di sinilah tempatnya. Museum Sejarah Jakarta yang diresmikan pada tanggal 30 Maret 1974 oleh Ali Sadikin (mantan Gubernur DKI Jakarta). mempunyai benda koleksi yang ada mencapai jumlah 23.500 yang Terdiri atas ragam bahan material baik yang sejenis maupun campuran, meliputi logam, batu, kayu, kaca, kristal, gerabah, keramik, porselen, kain, kulit, kertas dan tulang.

Mengkoleksi Benda Kuno

Selain itu di Museum Fatahillah ini juga terdapat sketsel, patung Hermes, pedang eksekusi, lemari arsip, lukisan Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda tahun 1602-1942, meja bulat berdiameter 2,25 meter tanpa sambungan, peralatan masyarakat prasejarah, prasasti dan senjata. Umur koleksi di sana ada yang mencapai lebih 1.500 tahun khususnya koleksi peralatan hidup masyarakat prasejarah seperti kapak batu, beliung persegi, kendi gerabah. Bagi anda yang pernah tahu meriam legendaris dengan lambang kesuburan yang berada di belakang meriam. Ya disinilah anda bisa menemuinya. Adalah Meriam si Jagur, meriam yang konon katanya dianggap mempunyai kekuatan magis.

Koleksi benda-benda museum yang berada di kawasan kota lama ini dipamerkan di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Sultan Agung, Ruang Fatahillah, dan Ruang M.H. Tamrin. Bagi pengunjung yang ingin menikmati koleksi museum akan dimudahkan oleh tata pamer Museum Sejarah Jakarta. Tata pamer tersebut dirancang berdasarkan kronologi sejarah, yaitu dengan cara menampilkan sejarah Jakarta dalam bentuk display. Koleksi-koleksi itu pun ditunjang secara grafis oleh foto-foto, gambar-gambar dan sketsa, peta, dan label penjelasan agar mudah dipahami berdasarkan latar belakang sejarahnya.

Rasa lapar datang menyerang, singgahlah ke sebelah timur pintu utama museum Fatahillah. Di sana telah menunggu sebuah kafe yang bernama Kafe Museum. Kafe ini merupakan sarana pelengkap dari Museum Fatahillah dengan memanfaatkan gedung tua yang berarsitektur kolonial, sehingga penataan interiornya pun disesuaikan yang dilengkapi dengan pernak-pernik yang mengingatkan kita pada masa kolonial.

Yang menarik dari kafe ini adalah daftar menu makanan yang bernuansa Betawi tempo doeloe yang dipengaruhi beberapa budaya, seperti Cina, Arab dan Belanda. Mulai dari portuguese steak, ong tjai ing, kwee tiaw, tuna sandwich “van zeulen”, “east indies” chef’s, soup “Ali Martak”, sampai ikan bawal “si pitung” dan pisang goreng ” Nyai Dasima”. Selain kafe, di kawasan ini juga terdapat juga toko suvenir, ruang sholat, ruang pertemuan, dan taman.

Lokasi

Museum Fatahillah berada di sekitaran Kota Tua jakarta Barat atau lebih lengkapnya berada di jalan Taman Fatahillah No 1, Jakarta Barat.


Lihat Peta Lebih Besar