Masjid An-Nawier Pekojan

Tags: jakarta, objek wisata, wisata religi, masjid an-nawier pekojan

Masjid An-Nawier Pekojan

jakarta, objek wisata, wisata religi, masjid an-nawier pekojan

Kawasan Pekojan merupakan salah satu tempat bersejarah di Kota Jakarta, khususnya Jakarta Barat. Di wilayah ini terdapat beberapa bangunan masjid dari pengaruh budaya Arab dan India. Salah satunya yang termasuk masjid yang mendapat pengaruh-pengaruh itu di Jakarta Barat adalah Masjid An-Nawier.

Didirikan Tahun 1760

Masjid An-Nawier atau yang biasa disebut Masjid Pekojan ini didirikan pada tahun 1760. Tidak jelas oleh siapa dan bagaimana awalnya masjid ini dibangun. Namun pada abad ke-18 Masjid An-Nawier ini diperluas oleh Sayid Abdullah bin Hussein Alaydrus, seorang muslim tuan tanah yang kaya raya. Sayid Abdullah bin Husein Alaydrus dari Hadramaut, yakni seorang keturunan Nabi Muhammad dari putrinya Fatimah dan Ali.

Dikelilingi pagar tembok dan besi dengan pintu masuk halaman di selatan dan barat laut. Luas tanah 2.470 m persegi dan luas bangunan 1.500 m persegi, berdiri di atas pondasi setinggi 80 cm. Masjid An-Nawier menghadap ke selatan dengan empat buah pintu masuk ke ruang utama. Pada ruang utama terdapat tiang-tiang, mihrab, dan mimbar. Bagian utara, selatan, dan timur masjid terdapat serambi. Atapnya terdiri atas empat buah atap limasan yang tertutup genteng, masing-masing dua buah di utara dan di selatan. Bangunan lainnya yaitu gudang dan kolam.

Konon Masjid An-Nawier ini dulunya menjadi induk dari masjid-masjid di sekitar Batavia. Pada masa itu, hingga 2.000 orang yang sebagian besarnya adalah orang Arab datang setiap hari Jumat untuk beribadah di masjid ini. Karena pemerintah Belanda menilai komunitas Arab berbahaya bagi pemerintah kolonial, maka menara Masjid An-Nawier yang sejatinya digunakan untuk mengumandangkan adzan juga digunakan sebagai menara pengawas untuk mengawasi dengan ketat kawasan Pekojan yang banyak ditinggali orang Arab.

Masjid An-Nawier mengalami dua kali pemugaran, tahun 1970-1971 oleh Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta dengan pemasangan porselen pada bagian bawah dinding masjid, tempat wudhu, dan tiang-tiang yang berada di dalam Masjid. Tahap kedua oleh Proyek Pelestarian dan Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jakarta tahun 1991/1992 meliputi pemasangan tegel pada serambi timur dan utara serta pemugaran kolam. Yang menonjol dari masjid ini adalah menaranya yang menonjol seolah muncul dari ruang utama, yang batang tubuhnya dapat dibagi tiga dan menunjukkan gaya Handramaut yang kuat.

Hingga kini, peninggalan-peninggalan masa lampau masih terjaga di Masjid An-Nawier. Sebagian di antaranya yakni mimbar yang merupakan hadiah dari Sultan Pontianak Syarif Algadri pada abad ke-18 dan makam Syarifah Fatimah yang merupakan penyumbang lahan masjid.

Lokasi

Masjid An-Nawier Pekojan berada di Jl. Raya Pekojan No.72, Kampung Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.


View Larger Map