Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Tags: bandung, seni budaya, museum, perjuangan divisi siliwangi, senjata tradisional dan modern

Museum Mandala Wangsit Siliwangi

bandung, seni budaya, museum, perjuangan divisi siliwangi, senjata tradisional dan modern

Museum Mandala Wangsit Siliwangi adalah museum militer yang berada di Bandung. Museum ini menempati areal seluas 4176 m2 dengan luas bangunan 1674 m2 dan diresmikan penggunaannya sebagai museum oleh Pangdam III/Siliwangi ke-8 pada tanggal 23 Mei 1966.

Sebelum dijadikan museum, gedung ini pernah digunakan sebagai markas Divisi Siliwangi yang pertama di Kota Bandung (Staf Kwartier Territorium III Divisi Siliwangi) pada tahun 1949-1950 yang berlokasi di Oude Hospital Weg (sekarang jalan lembong). Sebagai markas militer pada tanggal 23 Januari 1950 gedung ini pernah menjadi sasaran utama serangan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di bawah pimpinan Kapten Raymond Westerling. Dalam Peristiwa tersebut gugur sebanyak 79 Prajurit TNI/Siliwangi, termasuk diantaranya Mayor Adolf Lembong.

Museum Dengan Empat Ruang Koleksi

Setelah dijadikan berubah fungsi menjadi museum, Museum Mandala Wangsit Siliwangi ini mengoleksi benda-benda peninggalan sejarah dari kurun waktu antara masa perjuangan kemerdekaan, masa perang kemerdekaan, dan masa selanjutnya yang berhubungan dengan perjuangan Divisi Siliwangi dan rakyat Jawa Barat pada umumnya.

Koleksi-koleksi tersebut (kecuali kendaraan) dikelompokkan dan disimpan dalam beberapa ruangan yang menggambarkan situasi pada masa atau periode tertentu. Ruangan pertama dinamakan Ruang Pergerakan Nasional Indonesia (1918-1944) yang menyimpan beduk dari daerah Ciwamarame (Garut), berbagai macam jenis kujang, jubah yang pernah dipakai oleh Kyai Agung Caringan, peralatan dan perlengkapan debus, tong-tong yang berfungsi sebagai pengingat waktu sholat, serta lukisan-lukisan.

Ruangan kedua disebut ruang detik-detik Proklamasi yang menyimpan senjata bambu runcing, bendera yang dikibarkan di Bandung ketika Proklamasi, replika teks Proklamasi, lukisan-lukisan perjuangan tahun 1945, serta benda-benda yang digunakan oleh Presiden Soekarno dan kawan-kawan ketika diasingkan ke Rengasdengklok seperti meja, kursi, teko, dan cangkir.

Ruangan ketiga adalah ruang palagan Bandung (1945-1946), berisi peninggalan-peninggalan tentara pejuang kemerdekaan di Bandung, seperti lukisan, seragam, baret, tanda pangkat, peta perjuangan Jawa Barat, maket perjuangan tentara di Jawa Barat, peralatan komunikasi waktu itu, dan lain sebagainya.

Ruangan keempat adalah ruang persenjataan yang menyimpan berbagai macam senjata, baik yang tradisional maupun modern. Dan, ruang kelima dan keenam digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen, replika persembunyian Kartosuwiryo, serta foto-foto dan lukisan-lukisan perjuangan dan pergerakan nasional.

Jam Operasional

Museum ini dibuka untuk umum pada hari Senin-Kamis, Pukul 08.00 s.d. 13.00 WIB, Jum’at pukul 08.00 s.d. 10.00 Wib, dan Sabtu pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB.

Lokasi

Museum Mandala Wangsit Siliwangi berada di Jl. Lembong No. 38,Bandung.


View Larger Map

Article-Page-Search-Widget