Home

Taman Hutan Raya Juanda

Tags: bandung, objek wisata, taman hutan raya juanda, gua jepang, gua belanda

Taman Hutan Raya Juanda

bandung, objek wisata, taman hutan raya juanda, gua jepang, gua belanda

Objek wisata yang satu ini terbilang komplit. Kenapa? karena jika Anda ingin berwisata alam atau berwisata sambil belajar sejarah dan berbagai jenis tumbuhan, di sinilah tempatnya. Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin melepaskan diri dari kepenatan dan rutinitas kerja sehari-hari. Sedikit berpetualang tentu tidak ada salahnya bukan? karena di tempat ini banyak terdapat objek-objek yang menarik.

Sejarah Taman Hutan Raya

Taman yang dibangun oleh pemerintah Hindia-Belanda ini awalnya bernama Hutan Lindung Gunung Pulosari pada tahun 1922. Namun perintisan taman ini sudah dimulai sejak tahun 1912 bersamaan dengan pembangunan terowongan penyadapan aliran sungai Ci Kapundung (kemudian hari disebut sebagai Gua Belanda).

Kemudian, setelah Indonesia merdeka status kawasan hutan negara dikelola oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Djawatan Kehutanan. Di tahun 1963 sebagian kawasan hutan lindung tersebut mulai dipersiapkan sebagai Hutan Wisata dan Kebun Raya. Sejalan dengan itu, hutan ini mulai ditanami dengan tanaman koleksi pohon-pohonan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dan pada tanggal 23 Agustus 1965 diresmikan oleh Gubernur Mashudi sebagai Kebun Raya Hutan Rekreasi Ir. H. Djuanda yang kemudian menjadi embrio Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang dikelola oleh Dinas Kehutanan (dulu Djawatan Kehutanan Propinsi Jawa Barat).

Koleksi Bermacam-macam tumbuhan

Berwisata di tempat ini Anda bisa mengenal berbagai macam flora dan fauna yang hidup di kawasan tersebut. Anda dapat melihat berbagai jenis tumbuhan yang tumbuh. Terdapat sekitar 2.500 pohon yang termasuk dalam 40 familia dari 108 spesies, antara lain Cemara Sumatra, Kayu Jati, Bayur Sulawesi, Jati Jawa, Mahoni Uganda, Mahoni Daun Besar, Pohon Sosis, Pinus atau Tusam, Tusan Mexico, dan Kaliandra. Taj hanya flora,  Anda pun dapat menemukan berbagai jenis binatang mulai dari  burung dan mamalia, di antaranya Ketilang atau Cangkurileung, Jalak, Tekukur, Elang, Perkutut, Puyuh Batu, Musang, sampai Bajing atau Tupai.

Berbagai Objek Wisata

Selain Anda dapat melihat berbagai macam tumbuhan, di tempat ini dan sudah merupakan suatu kewajiban, Anda harus mengunjungi Gua Jepang dan Gua Belanda. Kedua gua ini merupakan peninggalan masa penjajahan Jepang dan Belanda yang dulunya difungsikan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan dan juga sebagai gudang senjata.

Gua Belanda, gua ini difungsikan untuk keperluan saluran air bagi pembangkit listrik tenaga air pertama di Indonesia yaitu PLTA Bengkok. Namun pada perkembangannya, air untuk pembangkit listrik lalu disalurkan menggunakan pipa-pipa besar, sedangkan terowongan yang membelah bukit tersebut digunakan untuk kepentingan militer khususnya sebagai pusat telekomunikasi. Selanjutnya terowongan-terowongan tersebut ditambah sehingga di dalamnya terdapat ruangan-ruangan lain termasuk penjara dan tempat interogasi.

Gua Jepang, gua ini dibuat pada masa penjajahan Jepang. Di kawasan hutan ini, Jepang membangun gua ini sebagai basis pertahanan mereka tidak jauh dari gua Belanda. Saat Jepang menyerah terhadap tentara sekutu, tempat ini adalah pertahanan terakhir bagi tentara Jepang yang ada di Bandung. Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, gua ini terlantar dan tertutup oleh semak belukar sampai kemudian ditemukan kembali pada sekitar tahun 1965.

Setelah dari Gua Jepang dan Belanda, lanjutkan perjalanan menuju air terjun / curug yang ada, air terjun – air terjun yang terdapat di Taman Hutan Raya Juanda ini adalah Curug Dago, Curug Omas dan Curug Lalay.

Tak ketinggalan, jika Anda ingin mengetahui sekilas siapa sosok Ir. H. Djuanda, Anda dapat mengunjungi pusat informasinya. Disana, terdapat museum mini yang berisi sedikit kilasan sejarah Ir. H. Djuanda yang tergambar pada foto-fotonya dan beberapa peninggalan penghargaan dan medali milik Djuanda. Di sebelah luar pusat informasi, kita akan diajak melihat patung Ir. H. Djuanda, sang Perdana Menteri pertama Republik Indonesia yang namanya diabadikan sebagai nama Taman Hutan Raya di kawasan Dago Pakar ini.

Lokasi

Taman Hutan Raya Juanda atau lebih dikenal sebagai Dago Pakar ini yang berjarak sekitar 3 Km dari terminal Dago. Lokasinya tak terlalu jauh dari pusat kota dan bisa ditempuh dengan waktu sekitar satu jam dari alun-alun kota Bandung. Letaknya yang dekat dengan terminal Dago juga membuatnya mudah sekali dijangkau dengan menggunakan angkutan umum dari terminal Dago.


View Larger Map

UNRESPONSIVE NOTIFICATION

ID-Payment-Option

Pembayaran dengan
V
Pembayaran dengan

ID-Other-Destination-Link

SPLASHSCREEN


Or skip this page and