Ubud
Surga Tropis Yang Menenangkan Hati
Ubud, sebuah kawasan indah di Bali yang membuat banyak pendatang mancanegara jatuh cinta dan memutuskan untuk tinggal di sini. Katanya, suasana Ubud adalah sebuah surga tropis, sebuah tempat yang sepertinya hanya dapat diwujudkan dalam mimpi. Pernah berpikir kenapa Ubud adalah pusatnya kesenian dan kerajinan Bali yang tentunya sangat membutuhkan kreativitas tinggi? Pastinya karena panorama Ubud, pemandangan alamnya yang terletak di tengah sawah padi yang terbentang luas dan hijau, membuat semua orang yang berada di dalamnya merasa tenang dan begitu terinspirasi. Nggak heran dong kenapa banyak sekali pekerja seni yang tinggal dan berkarya di Ubud. Berkunjung ke Ubud, mengenal tradisi seni dan budaya seni di Bali yang begitu kaya, dan juga menikmati hasil-hasil kerajinan seni yang diciptakan di desa-desa indah nan menenangkan ini, sambil menikmati pijatan khas Bali di berbagai spa yang tersedia disini – pasti membuat liburan Anda sangat berkesan.
Tempat Wisata Seni & Budaya di Ubud
Sebagai pusatnya kesenian di Bali, tentunya sayang dong kalau melewatkan melihat betapa kayanya simpanan kesenian yang terdapat di daerah Ubud ini. Mulai dari seniman mancanegara seperti Antonio Blanco, Walter Spies, Rudolf Bonnet, Roland Strasser, Miguek Covarrubias, sampai artis lokal seperti I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Made, Nyoman Winarta. Kalau ingin melihat kekayaan ini, silakan kunjungi museum dan galeri seperti The Agung Rai Museum of Arts atau The Neka Art Museum. Untuk para seniman wanita baik dari Indonesia maupun mancanegara yang semuanya tinggal di Ubud, Bali, terkumpul di Seniwati Gallery of Art. Kalau Anda seorang kolektor, semua museum ini pun mempunyai galeri dimana Anda bisa membeli beberapa karya yang terjual sesuai selera.
Ubud juga identik dengan pertunjukan tari yang dilakukan setiap malam di Istana Ubud setiap pukul 7.30 malam. Tari yang dipertunjukkan adalah Tari Legong. Tari ini menceritakan kisah seorang putri yang ditangkap oleh seorang raja. Raja ini ditantang perang oleh kakak sang putri, kecuali dia mau melepas adik tercintanya itu. Namun, si raja ini keras kepala dan tetap mau berperang. Padahal, telah datang kepadanya seekor burung pemberi peringatan yang memberitahunya bahwa ia akan menemui ajalnya bila tetap pergi berperang. Dan karena dia tetap berperang, meninggallah sang raja.
Salah satu wisata kebudayaan lainnya di Ubud adalah pergi mengunjungi berbagai pura yang ada di kawasan ini. Jangan salah, Bali memang “Negeri Seribu Pura”. Namun, tetap perlu dipilah-pilah mana pura yang perlu Anda kunjungi. Di Ubud, Anda bisa mengunjungi Goa Gajah dan Yeh Pulu di Bedugul dan Gunung Kawi dan Tirta Empul in Gianyar. Khusus untuk Tirta Empul, sempatkan diri Anda untuk membasuh diri sejenak di pura yang terkenal dengan sebutan “pura penyucian” ini.
Nah, dengan banyaknya pura ini, Anda juga punya banyak kesempatan untuk menonton berbagai upacara keagamaan dan kebudayaan yang diadakan oleh masyarakat Bali. Kalau Anda dapat kesempatan bagus ini, tentu saja mengambil foto diperbolehkan (dengan sopan, tentunya) namun perhatikan pakaian dan gerak badan Anda – pastinya harus menunjukkan respek kepada mereka yang tengah khusyuk dalam upacara-upacara ini. Upacara adat dan kebudayaan di Bali tentu saja bukan cuma tentang warna-warna terang, dekorasi yang meriah, serta suasana yang riuh ramai di seluruh penjuru desa atau partisipasi semua warga. Tentu saja upacara ini mengandung makna budaya dan spiritual yang kental. Tidak ada salahnya bertanya dengan pemandu yang mendampingi Anda atau bahkan warga lokal – mereka akan dengan senang hati menjelaskan dan merasa senang dengan perhatian dan keingintahuan yang ditampakkan oleh wisatawan terhadap keindahan dan kedalaman budaya mereka.
Tempat Wisata Belanja di Ubud
Belanja di Ubud, tentu tidak bisa dipisahkan dari status kawasan ini sebagai pusat kerajinan seni di Bali. Memang, kalau mau belanja kerajinan seni yang mempunyai kegunaan praktis sampai karya seni seperti lukisan berbagai artis lokal dan internasional yang berkualitas dan bernilai tinggi, Ubud-lah tempatnya.
Untuk kerajinan seni yang beragam, dapat Anda temukan di Pasar Ubud, yang letaknya berhadapan dengan Istana Ubud. Buka dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, Anda bisa membeli berbagai buah tangan untuk orang-orang terdekat maupun untuk koleksi Anda sendiri: scarf sutra dan pashmina dengan berbagai ukuran dan warna, rok-rok kain, dan aksesoris yang dibuat tangan seperti topi, tas, keranjang, sampai barang-barang kerajinan lainnya yang dibuat dari beberapa desa di sekitar Ubud seperti Peliatan (barang-barang ukiran), Pengosekan (lukisan), Tegallalang (ukiran kayu dan barang-barang yang terbuat dari kaca,kayu, bambu, keramik, dan kulit kerang) dan Payangan. Untuk perhiasan yang terbuat dari perak, Celuk adalah tempatnya. Sementara untuk Anda yang mencari barang-barang kerajinan terbuat dari kaca, amannya bisa langsung menuju ke pusat kerajinan kaca yang terletak di Desa Mas. Di Desa Mas juga banyak dijual kerajinan-kerajinan ukiran kayu dengan gaya tersendiri. Memang, Ubud adalah pusatnya ukiran kayu.
Namun, nggak cuma kerajinan dan karya seni saja yang bisa dibeli di Ubud. Mulai dari baju-baju murah, aksesoris kacamata, bahan-bahan pakaian, sampai barang-barang dan perabotan rumah antik bisa ditemukan di tempat yang satu ini. Pasar Seni Sukowati dan Pasar Pagi Sukowati menjual variasi barang yang jauh lebih banyak ketimbang hanya berbagai kerajinan-kerajinan seni.
Kalau nama pusat-pusat perbelanjaan sebelumnya tidak mempunyai harga yang pasti alias terbuka untuk ditawar, pusat perbelanjaan yang terdapat di sepanjang Jalan Hutan Kera tidak bisa ditawar harganya. Maklum, toko-toko di jalan ini semuanya adalah toko-toko dan butik modern yang menjual barang-barang seperti baju-baju desainer lokal dan internasional, lukisan-lukisan indah dan berbagai barang antik. Di sepanjang jalan ini juga terdapat berbagai restoran dan kafe untuk mengakomodasi kebutuhan kuliner para wisatawan yang berkunjung ke hutan kera sakral di Sangeh ini.
Olahraga Air di Ubud
Dengan keindahan alam termasuk kejernihan sungainya, nggak salah kalau Sungai Ayung di Ubud menjadi salah satu lokasi favorit dimana Anda bisa melakukan olahraga white water rafting dan kayaking. Ini hanya salah satunya lho. Ada beberapa sudut sungai lain yang bisa Anda jelajahi untuk olahraga ini. Dengan biaya kurang lebih US$ 100, Anda sudah bisa menyewa instruktur dan peralatan lengkap untuk siap melakukan petualangan olahraga air ini!
Spa di Ubud
Enaknya menikmati pijatan di Ubud adalah, kalau kita dapat menemukan tempat pijatan yang pas, maka bisa saja Anda menikmati pijatan sambil memandangi pemandangan lading sawah Ubud yang begitu menyejukkan mata! Walaupun tanpa pemandangan indah pun, sebenarnya banyak spa di Ubud yang mempunyai teknik pijatan jagoan dan memberikan standar pelayanan yang sangat baik. Nikmati tekanan-tekanan menyembuhkan pada kulit punggung Anda dengan menggunakan berbagai bahan-bahan alami dan teknik pijatan Bali. Teknik pijatan Bali yang menggunakan tekanan lembut ini memang selain berfungsi untuk melancarkan sirkulasi darah, juga berfungsi untuk memberikan Anda relaksasi dan melemaskan tegangan-tegangan pada otot Anda.
Coba deh Jaens Spa yang terletak di Jalan Raya Pengosekan Ubud – spa yang ini punya harga yang terjangkau dan memberikan pelayanan dan pemijatan yang sangat enak dan ampuh. Belum lagi, kehangatan para pekerja dan pemilik spa yang punya nuansa dan atmosfir seperti sebuah rumah sendiri ini (jadi Anda langsung merasa rileks di spa ini). Untuk pengalaman spa yang lebih istimewa lagi, kunjungi The Karma Spa di Jalan Hutan Kera dekat Hutan Kera Sakral Sangeh. Di spa inilah Anda bisa menikmati pelayanan manikur pedikur, facial, dan pijatan sambil melihat pemandangan yang begitu indah. Semua ini karena lokasi spanya yang memang berlokasi di tengah-tengah sebuah sawah padi yang terbentang luas dan hijau. Want to take it further? Coba deh Mango Tree Spa. Menggunakan produk-produk dari L'Occitaine, di spa ini Anda bisa menikmati bagaimana rasanya dipijat di atas cabang pohon mangga tua di sebuah rumah bambu sambil mendengarkan alunan suara alam – gemericik air di Sungai Ayung dan ramainya burung-burung sekitar. Wah…yang pasti rasanya akan memberikan kedamaian luar biasa untuk Anda yang ingin “lari”
sejenak dari kepenatan hidup atau pekerjaan Anda sehari-hari. Sementara itu, Cantika Spa menawarkan perawatan dengan teknik pengobatan tradisional Bali. Penggunaan produknya pun menggunakan prinsip bahan-bahan alami saja.






